CINTA KU Dan SAHABAT KU

“Bunda…Nasyla berangkat ya…” pamit Nasyla sambil menuju dapur dimana ibunya berada.

“Loh tumben kamu jam segini sudah berangkat?”Tanya bunda bingung sambil melihat jam yang baru menunjukan pukul 5.30 itu.

“Iya hari ini Nayla ada rapat Nda jam 9, jadi Nasyla mau nyiapain bahan dulu di kantor”

“Ya sudah, kamu hati-hati di jalan ya..”

“Iya Bunda…”Sambil mencium tangan bunda “Assalamualaikum..”

“Wa’alaikumsalam”

Perlahan tapi pasti Nasyla melangkahkan kakinya keluar pintu rumah “Bismilah” katanya mantap. Udara yang masih segar dan bebas dari polusi itu terasa segar dihirup. Suasana pagi di komplek itu sangat terasa, ibu-ibu yang sudah mulai keluar untuk sekedar menghirup udara didepan rumahnya atau untuk sekedar membuka pintu atau pun jendela. Jarak dari komplek menuju stasiun biasa Nasyla berangkat tidak jauh, hanya memakan waktu kira-kira 30 menit lah jika pagi-pagi jam segini biasanya jalan belum macet.

Perjalanan kekantor hari ini semoga tidak terlalu macet, harap Nasyla karena dia ingin bisa mempersiapkan semua bahan rapat hari ini dengan sempurna tanpa cacat. Dengan mempercepat langkahnya dan menuju kereta yang sudah siap hendak berangkat.

***

“Pagi mba..tumben sudah dateng jam segini??”Tanya satpam yang bertugas saat itu

“Iya Pak..ada yang mau saya selesaikan dulu. Sudah ada yang dateng Pak?”Tanya Nasyla melihat kantor yang masih sepi itu.

“Mas Andri sudah dateng mba klo engga salah ada Mba Raifa juga deh Mba baru dateng.”kata satpam memberi jawaban dengan lengkap.

“Oh iya makasih ya Pak…Eh ini pak buat beli sarapan..”Sambil memberikan uang 20.000 rupiah Nasyla meninggalkan pos satpam.

“Makasih ya Mba..Saya doain supaya gampang jodoh.”

“Amin..”Kata Nasyla sambil tersenyum dan berjalan menuju pintu masuk, tanpa sadar ada seseorang yang memperhatikannya dari lantai atas.

***

“Asslamualaikum…Pagi-pagi sudah ngelamun depan Lift gini…”sapa Nasyla pada Raifa sahabatnya yang sedang bengong sambil nunggu lift itu.

“Wa’alaikumsalam…kamu nih bikin kaget aja..Ada apa pagi-pagi udah dateng??” jawabnya dengan wajah nahan kaget.

“Ada laporan yang musti aku cek lagi buat rapat hari ini..kamu ngapain kok udah dateng jam segini??”

“Biasa deh ditanya malah balik nanya..Aku mau benerin laporan ada yang kurang..”Pintu lift yang ada di depan mereka terbuka, lalu mereka masuk .

“Eh kamu belum jawab pertanyaan ku…kenapa kamu tadi bengong?? Ada yang lagi di pikirin ya??”Tanya Nasyla sambil membuka tasnya untuk mengambil tissue.

“Iya nih…aku mau di jodohin sama Mama..”dengan raut muka yang semakin bingung Raifa bercerita.

“Ya sudah nikah aja..kok bingung??”jawab Nasyla gampang

“Kamu nih..emang nikah buat sehari dua hari apa???Buat seumur hidup tau…”kata Raifa sewot

“Hehehe…Sorry…Mang kamu mau di jodohin sama siapa sich??”katnya sambil tetap ngaca pada cermin kecil yang dibawanya

“Justru itu aku aja engga tau mau di jodohin sama siapa, makanya itu aku takut klo ternyata aku engga suka sama pria pilihan orang tua ku”katanya dengan suara pelan dan berat.

“Fa, percaya deh orang tua kamu pasti ngasih pilihan yang terbaik buat kamu dan engga mungkin orang tua salah pilih” kata Nasyla memberi nasihat berharap sahabatnya bisa tetap tenang menghadapi persoalan yang dialami. Dalam hati juga Nasyla berfikir bagai mana jika dia ada di posisi Raifa sahabatnya, mungkin dia juga akan berfikir hal yang sama dengan Raifa. Harus menikah dengan pria yang kita tidak tau dan tidah pernah bertemu sebelumnya, tapi dalam dirinya masih ada keyakinan orang tuanya tidak mungkin memberikan pria yang salah untuk dirinya, orang tuanya pasti memberikan yang terbaik untuk dirinya.

“Iya aku ngeri La, tapi…klo ternyata aku engga suka sama pria pilihan orang tua aku gimana??”Tanya Raifa kembali

“Fa percaya engga suka itu karena biasa” tidak lama pintu lift terbuka, sampailah mereka pada ruangan yang dituju, disana ternyata sudah ada beberapa temen-temen mereka  yang ternyata sudah dateng lebih pagi dari mereka. Beberapa computer sudah menyala dan terdengar suara keybord dengan jelas tanda mereka mememang sedang mengerjakan sesuatu.

“Assalamualaikum….Met Pagi………Tumben udah pada dateng jam segini, biasanya juga pada telat…”Sapa Nasyla dengan nada agak bergurau sambil berjalan menuju mejanya.

“Aduh Guru Ngaji udah dateng……tumben juga jam segini udah dateng, ini kan masih pagi banget…biasa ada laporang yang belum selesai buat rapat nanti, lagian kenapa sih musti rapat dadakan kaya gini??”Jawab Arief salah astu temennya yang terkenal tukang ngocol itu, pokonya klo Arief engga masuk kantor sepi deh.

“Makanya Rief klo ada kerjaann jangan suka ditunda jadi aja kerjaannya numpuk sekarang, Eh La aku pinjem berkas yang kemaren kamu ambil dari bagian administrasi donk??”kata Andri sambil berjalan menuju meja Nasyla

“Oh..ada bentar ya klo engga salah aku simpen dilemar, sebentar..”Nasyla membuka laci untuk mengambil kunci lemar, lalu membuka lemari yang dimaksud. Nasyla mengambil berkas yang dimaksud.

BRUK….

Berkas yang lain berhamburan keluar dari tempatnya.

“Ya ampun…ceroboh banget sih aku nih…”Sambil hendak mengambil kertas-kertas yang berceceran di lantai, ketika tanganya menuju pada satu kertas, tiba-tiba ada tangan lain yang juga menuju kertas itu, tak lain adalah tangan Andri. Dengan cepat Nasyla menarik tanganya mukanya merah padam, saat itu merka saling bertatapan dan kembali memalingkan wajah saat mereka tersadar.

“Makanya jangan mikirin yang laen-laen jadi aja berkas yang engga ku menta keluar semua..”kata Andri mencairkan suasana.

“Ya aku juga engga tau kenapa bisa jatuh, namanya juga engga sengaja”jawabnya dengan nada yang sudah diusahakan untuk tidak terdengar gugup atau tegang. Saat itu Nasyla mulai merasakan ada hal aneh pada dirinya. Perasaan yang tidak diduga yang akan merubah hidupnya.

***

“Assalamualaikum…Bunda…Nasyla pulang” sambil mmengetuk pintu rumahnya

“Wa’alaikumsalam…Bentar…”jawab bunda sambil bergegas mengenakan kerudung dan membukakan pintu yang dikunci. Lalu Nasyla masuk mencium tangan bunda.

“Loh kok kamu baru pulang??”Tanya bunda sambil melihat jam yang manunjukan pukul 20:00 wib itu.

“Iya tadi jalanan macet banget…K’Fais udah pulang Nda?”Tanya Nasyla dari kamar sambil membuka  kerudung dan mengambil haduk hendak mandi.

“Belum…tadi Kk mu telepon katany pulangnya agak telat, kamu sudah makan belum??klo nelum baiar Bunda siapin…”kata bunda sambil hendak pergi menuju dapur

“Engga usah bnda, biar nanti Nasyla ngambil sendiri…Bunda istirahat aja, Nasyla mau mandi dulu..”katanya sambil berjalan menuju kamar mandi.

“Ya sudah engga apa-apa biar bunda siapin hari ini bunda engga terlalu cape kok, tadi kan ada Bi Sum yang beresin rumah” sambil menunggu Nasyla mandi, bunda menyiapkan makan malam untuk anak bungsunya.

Setelah mandi dan memakai baju Nasyla menuju meja makan dan siap melahap semua makanan yang ada di meja makan, sambil ditemani bunda tersayang Nasyla menikamati makan malamnya dengan lahap. Setelah Nasyla selesai makan mereka berbincang tentang hari yang dijalani Nasyla hari ini.

“Gimana tadi dikantor engga ada masalahkan?”Tanya bunda sambil memandang muka anak perempuaannya yang manis

“Ya kalo dikantor sih engga ada masalah, tapi Raifa ada sedikit masalah Nda”Nasyla menjawab sambil membuka kulit jeruk sebagai pencuci mulut

“Loh, memang dia kena masalah apa??”Tanya Bunda bingung karena Bunda mengenal Raifa sebagai anak yang periang

“Iya Nda, katanya dia mau dijodohkan sama orang tuanya, tapi dia engga kenal sama pria yang bakal jadi suaminya itu..”Nasyla mulai menceritakan duduk permasalahannya

“Ya engga apa-apa dulu juga Bunda sama Ayah di jodohkan, tapi engga ada masalah sama rumah tangga kami hingga ayahmu pergi meninggalakan kita, La…di jodohkan itu bukan satu masalah yang besar, justru kita orang tua ingin memberikan yang terbaik bagi kalian, kalia anak perempuan yang harus dijaga, Bunda pernah bilang sama kamu, mendidik wanita itu lebih sulit dari pada pria, maka itu mana ada orang tua yang mau anak perempuan yang suadah dididik dari dulu dengan susah payah harus mendapatkan pria yang salah hanya karena ke egoisan dan nafsu mereka, mungkin karena itu orang tua Raifa menjodohkan Raifa” jelas Bunda penjang lebar memberika nasihat.

“Terus klo Raifanya engga suka bagai mana?”Tanya Nasyla kembali persis seperti pertanyaan Raifa tadi didalam lift

“Wanita berhak menjawab iya atau tidak, dalam islam itu dibolehkan, tapi wanita tidak berhak memutuskan” bnuda memberikan jwaban bijak

“Jadi Raifa masih boleh menolakan bunda??”Tanya Nasyla sekali lagi

“Boleh…”jawab bunda mantap.

“Asslamualaikum…”dari luar ada orang memberi salam sambil mengetuk pintu.

“Wa’alaikumsalam”jawab Bunda dan Nasyla bersamaan.

“La buka pintunya sepertinya itu K’Fais sudah pulang”Bunda menyuruh Nasyla, bergegas Nasyla mengambil kerudung yang tergantung di ruang TV, tempatnay biasa menyimpan kerundung, kalo-kalo ada tamu jadi engga nunggu lama.

“Bentar Kak..”teriak Nasyla agar Kknya tau bahwa iya belum tidur dan hendak membukakan pintu.

“Loh kok sudah jam segini belum tidur??”Tanya K’Fais sambil berjalan menuju Bunda yang sedang duduk dimeja makan sambil menyulam.

“Belum…tadi Bunda lagi ngobrol sama Nasyla”jawab Bunda

“Lagi ngobrolin apa nich??Pasti lagi ngomongin Kk ya..”kata K’Fais sambil membuka sepatu

“Ih…GR…maaf ya…orang aku lagi cerita sama bunda tentang temen aku yang mau di jodohin dan aku minta saran dari bunda,..”kata Nasyla sambil memberikan segelas teh manis untuk Kknya

“Makasih…Emang temen kamu yang mana??Raifa bukan?”Tanya Kk lagi

“Iya…makanya tadi aku banyak nanya sama bunda siapa tau bisa nanti aku bisa ngasih banyak nasihat yang aku dapet juga dari bunda”

“Melanggar hak cipta nasihat tuh..”

“Ya engga lah..kan nyampein nasihat yang bisa Bantu orangkan nasihat tau”

Ya begitulah keadaan yang terjadi dirumah Nasyla, senang penuh dengan canda dan tawa.

***

“Andri..sini ada yang Mama omongin sama kamu”panggil Mama ketika melihat anak sulungnya berjalan menuju kamar

“Iya ada apa Ma?”Tanya Andri

“Kamu sudah punya calon untuk mendampingin hidup kamu…Jangan bilang kalo kamu belum kepikiran, umur kamu sudah 25 tahun sudah waktunya membangun keluarga”

“Ya abis belum ada yang cocok Ma…Emang kenapa Mama mau nyariin buat Andri?”dengan nada bercanda Andri menjawab pertanyaan Mamanya

“Kamu ni..Sebenernya gini, Mama punya temen, taukan kamu Tante Arini? Dia punya anak perempuan cantik, baik, pintar dan pokonya bisa menjadi Istri yang baik buat kamu…kemarin Mama sudah ngobrol banyak sama dia, dan ternyata anaknya juga belum menikah, bagai mana kalo Mama jodohin kamu sama dia??”pertanyaan Mama bagai sengatan lebah untuk Andri, Sebenarnya dia sudah mempunyai seseorang yang bisa menyita semua perhatiannya, tapi dia masih kurang yakin dengan apa yang dia rasakan atau mungkin lebih tepatnya dia tidak yakin bahwa perempuan memiliki perasaan yang sama dengannya.

“Apa Ma? Dijodohin??Andri kan belum pernah ketemu orangnya, Mama udah liat orangnya?”Tanya Andri dengan nada kaget.

“Kalo langsung belum, tapi kalo fotonya Mama udah liat, sudahlah lagian Mama dan Papa kan sudah tau bibit bebet dan bobotnya, apa lagi yang kamu ragukan?”jawab Mama tegas

“Ya Andri pikirin dulu ya Ma”setelah itu Andri masuk kamar dan memikirkan semua yang dikatakan mamanya.

“Masa aku mesti nikah sama orang yang aku ga kenal…tapi kalo engga…ini udah yang 4 kali mama nyoba jodohin aku sama anak temenya..masa aku harus nolak lagi…tapi sebenernya dihati aku ada orang lain…Masa aku harus melupakan cinta ku…Tanpa aku tau bagai mana perasaannya pada ku…Ya Allah tolong bagai mana aku harus menghadapi ini semua” semua berkecambuk dalam pikirannya, tiba-tiba Hpnya berdering tanda sMs masuk. Dibuka ternyata dari Arief.

Heh gw ga ganggu lo kan?ada yang mau gw omongin sama lo..Lo ga lagi pusingkan?

Pesan itu terlampir dalam layar ponsel Andri.”Ni anak gw aja lagi bingung dia malah mau curhat sama gw”dalam hati Andri ngomel juga, tapi apa boleh buat dia tetap membalas

Tumben pake nanya keadaan gw segala! Udah cerita aja ada ape..Nanti kalo lo udah cerita gw mau curhat sama lo

Pesan itu dikirim pada no Arief, jangan buat bantuiin masalah orang gw aja lagi bingung ama urusan gw sendiri, piker Andri dalam hati.Tidak lama hpnya berdering kembali.

Yah berhubung masalah gw ga begitu penting gimana klo lo aja yang cerita sm gw sekarang..

Balasan dari Arief sampai juga di hpnya, tanpa ragu Andri menarikan jarinya pada tombol hpnya dan mulai menceritakan semua yang terjadi.

Rif gw mau dijodohin ama anaknya temen nyokap gw…Lo tau kan sekarang gw lagi suka sama siapa, ya emang salah gw juga ga berani ngabil keputusan sama perasaan gw, tapi mau gimana lagi? Gw bingung, gw ga mungkin lagi buta nolak perjodohan ini, ini dah yang ke 4 kalinya..Apa gw harus tetep nunggu Nasyla?? Yang belom pasti bakal nerima gw..klo ternyata dia udah punya calon juga gimana?gw lagi bingung banget rif harus gimana..lo punya saran..

Pesan itu pun dikirimnya. Sungguh berbagai perasaan berkecambuk pada diririnya. Rasa hancur dan ingin mempertahankan rasa cintanya yang telah dipendam terlalu lama, namun dia pun ingin membuat orang tuanya bahagia.Hpnya berbunyi lagi, dia yakin ini pasti pesan dari Arief

Ya dah knp ga langsung lo tembak c Nasyla, udah gitu lo bawa ktm sm bonyok lo udah gitu kan nanti kalian di nikahin, bereskan, jadi lo ga bkl jd di jodohin

Apa??pertanyaan itu muncul dari hatinya, dia bisa saja melakukannya, tapi dia tidak siap denagn resiko yang harus ditanggungnya, dia tidak sanggup menerima kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

NGOMONG SICH GAMPANG…KLO TERNYATA DIA NOLAK GW GIMANA??DAN GW GA MAU KARENA ITU HUBUNGAN GW SAMA DIA BISA JAUH DAN KLO GW ADA BUTUH SAMA DIA PASTI NANTI JADI KIKUK KLO KETEMU SAMA DIA

Pesan itu dikirimnya kembali.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s